Buat Ilustrasi Pendidikan Anak Gratis
Sabtu, 15 Mei 2010
Biaya Kanker AS Berlipat Ganda 20 Tahun Terakhir

Peningkatan harga pengobatan kanker baru-baru ini telah mendapat perhatian luas. Namun para peneliti menyimpulkan bahwa meningkatnya biaya terutama didorong oleh meningkatnya jumlah penderita kanker.
Penelitian ini juga menemukan biaya pengobatan kanker hanya lima persen dari total biaya pengobatan di AS yang kebanyakan tidak berubah dalam beberapa dekade terakhir.
"Tapi aku sedikit terkejut," kata Dr Len Lichtenfeld dari American Cancer Society, yang mengatakan ia telah memperkirakan proporsi biaya kanker akan meningkat.
Para peneliti juga menemukan bahwa asuransi swasta sekarang memiliki cakupan pembiayaan sangat besar lewat biaya pengobatan kanker yakni sekitar 50%, sementara pembiayaan dari pasien telah menurun selama beberapa dekade terakhir.
Meskipun terkejut dengan penemuan ini, Lichtenfeld dan beberapa ahli lain tidak membantah hasil penelitian ini. Mereka membandingkan data biaya medis dari akhir 1980-an hingga awal 2000-an. Namun mereka mengatakan gambaran pembiayaan ini memang pasti berubah di beberapa tahun terakhir.
Studi ini disebut sebagai yang pertama mengkombinasikan biaya kanker nasioal untuk semua tipe pembayaran dan melihat bagaimana mereka berubah sepanjang waktu.
Studi ini menemukan fakta bahwa biaya pengobatan telah meningkat dari sekitar US$25 miliar (Rp227,5 triliun) pada 1987 menjadi lebih dari US$48 miliar (Rp436,8 triliun) pada akhir 2005.
"Peningkatan biaya dalam kurun waktu 20 tahun ini diperkirakan karena betapa banyaknya pasien kanker yang ada," kata kepala peneliti Florence Tangka dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
Penelitian ini menggunakan data dari survei telepon nasional pada 1987 dan dari 2001 hingga 2005 yang mengumpulkan informasi soal kondisi medis serta siapa saja yang membayar pembiayaan pengobatan. Lebih dari 164.000 orang telah disurvei.
Studi ini tidak memberikan perkiraan tepat mengenai berapa jumlah orang yang dirawat karena kanker dari akhir 1980-an hingga awal 2000-an. Namun ini menampilkan secara dramatis mengenai peningkatan jumlah kasus kanker oleh pihak pemerintah dengan program Medicare and Medicaid.
Medicare yang menaungi orang tua dan pihak yang mengalami kecacatan dengan membiayai sekitar sepertiga dari biaya kanker nasional. Di lain pihak, akun Medicaid hanya sebesar 3%.
“Populasi AS yang telah berumur dan berusia tua memiliki kemungkinan menderita kanker lebih tinggi dibandingkan rasio umur lain,” kata Tangka.
"Perawatan lebih baik dan lebih maju berarti lebih banyak orang dengan penyakit kanker yang dapat melangsungkan hidup mereka sehingga peningkatan pengeluaran menunjukkan lebih banyak uang yang dihabiskan," kata Kenneth Thorpe, peneliti kebijakan kesehatan dari Emory University yang telah fokus di pembiayaan pengobatan kesehatan.
“Ini tampaknya kita membeli peningkatan kelangsungan hidup,” kata Thorpe. Studi ini dipublikasikan di Cancer, jurnal medis dari American Cancer Society.
Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa persentase biaya perawatan rumah sakit kanker yang rawat inap telah turun dari 64% menjadi sekitar 27%. Hal ini bergeser ke pengobatan rawat jalan di mana berhubungan dengan upaya pembatasan biaya oleh asuransi kesehatan sehingga membantu mencegah kenaikan biaya tiap pasien.
Fakta lainnya adalah proporsi biaya kanker yang dibayar oleh asuransi swasta meningkat dari 42% menjadi 50%. Sedangkan proporsi biaya yang dibayarkan dari keuangan pasien - termasuk copayment dan pengurangan- turun dari 17% menjadi 8%.
Laporan pemerintah baru-baru ini juga menemukan fakta bahwa persentase orang Amerika dengan asuransi kesehatan swasta telah menyusut dan tanda terendah adalah usia 50. Namun studi menemukan bahwa proporsi biaya pengobatan kanker yang dibayar oleh asuransi swasta telah meningkat.
Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan yang telah melakukan pengetatan atau memotong tunjangan karyawan dan menyebabkan pembiayaan di luar saku pegawai untuk mendapatkan lebih banyak pasien. Selain itu studi ini menemukan fakta bahwa proporsi tagihan yang dibayarkan oleh pasien mengalami penurunan. [mor]
Intermezo……
Kami memiliki Produk Syariah untuk mengcover Penyakit Kritis, yaitu :
1. Crisis Cover
Adalah manfaat dimana uang pertanggungan anda sebesar 100% akan dibayarkan oleh Asuransi apabila anda menderita salah satu penyakit kritis (contoh : Stroke, Jantung, Kanker dsb) . Uang Pertanggungan tidak dibayarkan lagi apabila nasabah meninggal dunia.
2. Crisis Cover Benefit Syariah
Adalah manfaat dimana uang pertanggungan di bayarkan oleh Asuransi 100% bila nasabah menderita penyakit kritis. Dan akan di bayarkan 100% lagi apabila meninggal dunia jika belum pernah klaim.
3. Multiple Cover Benefit Syariah
Memberi TIGA kali klaim untuk kondisi kritis berbeda, dimana DUA diantaranya dapat berupa klaim untuk penyakit kanker (termasuk untuk penyakit kanker yg sama) selama masa berlaku polis. Dengan demikian, Anda bisa memilih untuk mendapatkan perawatan terbaik tanpa perlu khawatir akan adanya tambahan biasa medis.
Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi :
R I A N
0817 737398/ 021 98 737398
Rabu, 12 Mei 2010
Menghitung Biaya Sekolah di Australia

Masalah biaya ini perlu disiapkan secara matang karena banyak pengalaman orangtua Indonesia yang terpaksa memanggil pulang putra-putrinya dari Australia gara-gara ketiadaan biaya. Hal ini banyak terjadi pada saat krisis ekonomi tahun 1998.
Untuk mempermudah perencanaan keuangan, berikut disajikan perhitungan biaya hidup dan biaya sekolah di Australia. Memang, biaya sekolah di Australia amat bervariasi, tergantung dari tingkat dan program yang dipilih serta universitas tujuan yang dipilih.
Bagi siswa atau calon mahasiswa yang harus mengikuti tambahan pendidikan bahasa Inggris agar kemampuannya setara dengan tuntutan English Language Intensive Courses for Overseas Students (ELICOS), harus mengeluarkan biaya tambahan antara 250 dollar dan 350 dollar Australia per minggu.
Biaya Hidup di Australia
Biaya hidup di Australia amat tergantung dari kota tujuan dan pilihan gaya hidup masing-masing siswa. Meski demikian, secara garis besar, besar biaya yang diperkirakan harus dikeluarkan antara 1.200 dollar dan 1.700 dollar Australia per bulan. Jumlah itu sudah termasuk biaya tempat tinggal, makan, dan transportasi.
Khusus untuk makan, pengeluaran akan lebih sedikit bila mau sedikit bersusah- susah dengan memasak sendiri. Biaya itu adalah perhitungan yang wajar untuk gaya hidup wajar sebagai mahasiswa, tidak banyak berhura-hura dan berbelanja.
Tempat tinggal, akomodasi
Untuk tempat tinggal, para siswa dan mahasiswa hanya mempunyai dua pilihan, yakni tinggal di dalam kampus (asrama) atau di luar kampus. Di Australia, banyak sekolah menengah swasta yang menyediakan fasilitas asrama di dalam areal kampus.
Ada asrama yang juga menyediakan makan, ada pula yang menyediakan fasilitas dapur sehingga siswa bisa memasak sendiri. Adapun untuk tempat tinggal di luar kampus, tersedia homestay, menyewa apartemen atau sewa kamar (kos).
Homestay adalah tinggal bersama dengan keluarga Australia dan biasanya sudah termasuk makan. Sementara itu, menyewa apartemen atau kamar hanya diperbolehkan bagi siswa yang sudah cukup dewasa. Penyewaan kamar (kos) ini biasanya tidak termasuk makan.
Asuransi kesehatan
Selain itu, para siswa-siswi dan mahasiswa disyaratkan untuk memiliki asuransi kesehatan. Dan keharusan untuk memiliki asuransi kesehatan ini berlaku bagi seluruh siswa dan mahasiswa asing yang akan belajar di Australia.
Hal itu dimaksudkan untuk menjamin biaya-biaya yang muncul bila siswa-siswi atau mahasiswa jatuh sakit atau mengalami kecelakaan. Asuransi kesehatan bagi siswa-siswi dan mahasiswa asing ini disebut Overseas Student Health Cover (OSHC).
Sementara itu, biaya premi OSHC sekitar 390 dollar Australia per tahun. Seperti asuransi kesehatan yang lain, OSHC tidak mencakup pemeriksaan mata dan gigi.
So… Rancanglah keuangan Anda untuk pendidikan si buah hati sejak dini…. Untuk perencanaan keuangan pendidikan Anak dapat menghubungi kami :
First Financial Consultant
0817 737398 / 021 98 737398
Minggu, 18 April 2010
Jaminan Masa Pensiun

Besarnya gaji yang diberikan kepada seorang karyawan, biasanya sangat tergantung dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, kemampuan maupun pengalaman kerjanya.
Sekarang Bila Anda dihadapkan dengan pilihan berikut, mana yang Anda pilih ..?
GAJI : Rp 5 Juta / bulan.
atau
Gaji : Rp 4 Juta / bulan. Tapi mendapatkan Fasilitas , yaitu :
1) Dana Pensiun di Usia 55 tahun sebesar Rp 1,1 Milyar
2) Dana Kesehatan Rp 800 ribu per harinya (maksimal 80 juta dalam setiap tahunnya, bila mengalami rawat inap)
3) Dana Pembedahan / Operasi sebesar Rp 2 juta sd 8 juta (setiap tahunnya)
4) Perawatan Sakit Kritis Rp 100 juta
5) Diberikan tabungan Rp 1 juta setiap bulannya bila mengalami sakit kritis sd usia 65 tahun
6) Jaminan Finansial untuk Keluarga sebesar Rp 300 juta, Ketika Anda pindah dunia.
7) Jaminan Finansial untuk keluarga sebesar Rp 400 juta, ketika Anda pindah dunia karena kecelakaan.
Dan saya sangat yakin, Anda sebagai orang yang bijak Pasti memilih yang kedua. Namun Anda belum merealisasikannya bukan..? Untuk merealisasikannya cukup mudah. Dan tidak ada rahasianya sama sekali. Kuncinya cukup disiplin, yaitu : Sisihkan sebagian kecil Gaji Anda saat ini untuk mendapatkan Fasilitas / Jaminan diatas pada rekening asuransi.
Kabar baiknya, setiap orang (termasuk Anda) bisa memulai langkahnya dengan menyisihkan Rp 500 ribu tiap bulan, atau bagi Anda yang berpenghasilan tinggi bisa Rp 1 juta, 2 juta atau bahkan 10 juta. Tentunya Dana yang Anda sisihkan saat ini di rekening Asuransi akan memberikan Anda kepastian dan Jaminan Masa Pensiun yang Sejahtera, Fasilitas Kesehatan yang Lengkap dan yang tak kalah pentingnya adalah Keluarga Anda akan terjamin Financialnya ketika Anda tidak lagi bersamanya.
Masih ingatkan sebuah kalimat bijak, Seorang Kepala Rumah Tangga Boleh Tidak Ada, TETAPI Penghasilan Seorang Kepala Rumah Tangga Senantiasa Harus Tetap Ada.
Jadi berikan yang terbaik untuk diri Anda dan Keluarga Anda.
Sumber: Asuransicerdas
Sabtu, 10 April 2010
Jaminan Pendidikan Anak
Masuk universitas adalah hal penting, tetapi kuliah di jurusan pilihan juga sangat penting bagi anak Anda. Mampu menyediakan dana untuk membiayai pendidikan Anak di jurusan pilihannya adalah hal yang sangat mengagumkan (bisanya anak akan belajar lebih baik lagi jika mereka menyukai bidang pelajarannya).
Jadi sebagai orang tua, apa yang harus kita lakukan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak? Solusinya adalah menabung sejak dini, tetapi kemudian timbul banyak pertanyaan dibenak kita, antara lain menabung dimana, berapa yang seharusnya ditabung perbulannya, apakah tabungan pendidikan ini cukup ? Mengingat biaya pendidikan meningkat dengan cepat setiap tahunnya.
Membeli Asuransi Pendidikan Syariah
Saat ini banyak sekali asuransi pendidikan yang dijual oleh perusahaan Asuransi. Polis asuransi pendidikan ini tersedia dengan beberapa jenis pembayaran premi dan nilai pertanggungan yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Biasanya polis asuransi pendidikan juga memberikan manfaat perlindungan/proteksi atas tabungan pada Anak, ketika orang tua Sakit Kritis, Cacat Tetap atau Meninggal.
Berikut Contoh Ilustrasinya :
Peserta Utama : Anak, Usia : 1 tahun dan Peserta Tambahan : Ortu, Usia : 34 tahun
Rencana Tabungan : Rp 1,000,000 per Bulan atau Rp 12 juta per Tahun.
Lama menabung : 15 tahun.
Besar tabungan perbulan dan lamanya nabung bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Penarikan nilai tunai / tabungan bisa disesuaikan di tiap jenjang pendidikan.
Manfaat nilai Tunai (Asumsi pertumbuhan 15% pertahun)
Pada saat usia Anak 12 tahun tersedia dana : Rp 235.024.000
Pada saat usia Anak 15 tahun tersedia dana : Rp 390.636.000
Pada saat usia Anak 18 tahun tersedia dana : Rp 580.486.000
(Ketika Anak berusia 18 tahun tersedia dana sebesar Rp 580.486.000 jika sebelumnya belum pernah melakukan penarikan, dan pertumbuhannya rata-rata 15% pertahunnya).
Manfaat Perlindungannya adalah :
Manfaat Perlindungan ini diberikan tanpa mengurangi nilai tabungan
1) Rawat Inap, yaitu : Ketika Peserta utama (Anak) menjalani Opname/rawat-Inap di Rumah sakit, Perusahaan Asuransi ini akan Memberikan santunan sebesar Rp 1,000,000 per hari (Kamar Biasa) dan Rp 2,000,000 per hari (jika di ICU), Pembedahan Rp 2,500,000 sd Rp 10,000,000.
Contoh : Anak kena diare dan menjalani rawat inap selama 10 hari, maka Perusahaan Asuransi ini akan memberikan santunan sebesar 10 x Rp 1,000,000 = Rp 10,000,000 tanpa mengurangi jumlah tabungan yang sudah terbentuk.
2) Jaminan Tersedianya Dana Pendidikan, yaitu Ketika Orang Tua kurang beruntung, dimana Orang Tua mengalami sakit Kritis (misal Stroke, Kanker, Jantung, dll), Cacat Tetap atau Meninggal, maka NABUNGnya STOP, selanjutnya Perusahaan Asuransi ini yang akan meneruskan nabung sampai usia anak 25 tahun.
Jadi misal Sakit Kritis terjadi pada orang tua, saat usia anak 8 tahun, maka pada saat itu Nabungnya STOP, selanjutnya Mulai usia 8 tahun sd usia 25 tahun Perusahaan Asuransi yang akan nabung sebesar Rp 1,000,000 per Bulan atau 12 juta pertahun ke dalam Rekening Anak di Perusahaan Asuransi ini. Dan bisa diambil sesuai dengan kebutuhan.
Jadi misal terjadi suatu resiko pada orang tua, JAMINAN dana pendidikan akan senantiasa tersedia.
3) Uang Pertanggungan, Ketika Terjadi Resiko Meninggal pada Anak, maka orang tua / ahli waris mendapat santunan dari Perusahaan Asuransi Rp 350 juta , ditambah nilai tabungan yang ada.
Demikian keuntungan yang akan Anda didapatkan ketika mempunyai Rekening Asuransi Pendidikan Syariah ini.
Persiapan pendidikan anak dengan cara ini sesuai bagi mereka menginginkan perlindungan yang lengkap bagi keluarganya, dalam hal ini pendidikan anaknya. Selain itu dengan cara ini biasanya anda bisa disiplin dalam membayar premi karena biasanya agent penjual akan mengingatkan anda kalau anda belum membayar.
Menyiapkan sedini mungkin untuk mempersiapkan Dana Pendidikan adalah solusi yang tepat bagi Anda untuk memulai menabung, sehingga Uang Anda akan terus bertambah.
INGAT : Dana Pendidikan Anak Merupakan Kebutuhan yang Memiliki “Deadline” yang tidak bisa ditawar / ditunda seperti kebutuhan lainnya.
Jadi, Rencanakan dana pendidikan buah hati Anda sekarang juga, dan segera Jalankan rencana Anda.
sumber : asuransicerdas.com
Minggu, 28 Februari 2010
Menabung di Bank atau Unit Link Syariah??
Tentu ke tempat menabung yang memberikan keuntungan lebih banyak kepada Anda!
Dimana itu?
Berikut perbandingan antara menabung di bank dan di Unit Link Syariah. Dengan asumsi seperti di atas.
Menabung di bank :
- Rp.500 ribu per bulan selama 10 tahun
- Uang tabungan tidak pernah diambil sama sekali hingga usia 55 tahun. Jumlah uang di tabungan saat usia 55 tahun adalah Rp.315.483.355,-
- Tidak ada bonus. Jika suatu ketika mengalami sakit, atau cacat, rencana menabung dapat diteruskan atau tidak?
- Rp.500 ribu per bulan selama 10 tahun
- Uang tabungan tidak pernah diambil sama sekali hingga usia 55 tahun. Jumlah uang di tabungan saat usia 55 tahun adalah Rp.789.319.000,-
- Asuransi Jiwa sebesar Rp.200 juta
- Asuransi Kondisi Kritis Rp.50 juta
- Asuransi Kecelakaan atau Cacat RP.200 juta
- Asuransi Rawat Inap Rp.560ribu per hari
- Asuransi Rencana Menabung Rp.6 juta per tahun (jika tidak bisa meneruskan rencana menabung karena sakit atau cacat, maka rencana menabung diteruskan oleh Unit Link)
Jika anda melihat keuntungan yang lebih banyak dan bisa anda nikmati adalah menabung di Unit Link Syariah. Baik untuk tujuan program dana pensiun, dana pendidikan maupun pengembangan modal.
AIG Jual AIA ke Prudential US$ 35 Miliar (News)
Dewan direksi AIG telah sepakat melepas AIA kepada perusahaan asuransi terbesar Inggris itu senilai US$ 35,5 miliar. Prudential akan membayar saham AIA dalam bentuk tunai sebesar US$ 25 miliar dan sisanya dalam bentuk saham, termasuk saham biasa untuk para pemegang saham AIA.
Demikian sumber-sumber yang ikut dalam transaksi tersebut seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/3/2010).
Saham AIG sekitar 80% saat ini dimiliki pemerintah AS setelah sempat mendapatkan dana talangan dari pemerintah AS. AIG kini sedang berupaya untuk mengembalikan dana para pembayar pajak AS senilai US$ 182,3 miliar yang diberikan lewat bailout.
AIG sempat merencanakan penjualan saham AIA di bursa Hong Kong. Namun Prudential bergerak cepat dengan menawarkan harga yang lebih tinggi. Jika kesepakatan ini benar-bener terwujud, maka akan menjadi salah satu kesepakatan besar sekaligus menjadikan Prudential sebagai perusahaan asuransi terbesar di Asia.
Prudential saat ini beroperasi di 13 negara Asia dengan nasabah mencapai 11 juta. Asia selama ini menjadi mesin laba Prudential dengan sumbangan laba hingga 44% pada 2008.
Sementara AIG juga sedang berupaya menjual aset-aset lainnya guna membayar utangnya kepada pemerintah AS. Selain AIA, AIG juga berniat menjual American Life Insurance Co ke MetLife Inc senilai US$ 15 miliar. Namun penjualan aset itu terkendala masalah pajak. Hingga saat ini AIG telah mengumumkan penjualan 2 lusin asetnya dengan dana yang diraup mencapai US$ 11,9 miliar.
Sabtu, 09 Januari 2010
Dalam setahun, kapankah BEI memiliki kinerja terbaik?
Bagaimana dengan di Indonesia?
Untuk kali ini hasilnya ternyata cukup sesuai dengan mitos yang ada. Pada bulan Desember, kenaikan rata-rata IHSG adalah 4.62%, jauh di atas kenaikan rata-rata bulanan sebesar 1.05% (lebih dari empat kali lipat). Terlebih lagi, kenaikan rata-rata IHSG pada bulan Desember adalah kenaikan bulanan tertinggi sepanjang tahun. Peringkat kedua adalah kenaikan rata-rata pada bulan Januari yaitu sebesar 3.79%. Paling tidak dari tahun 1989 sampai dengan 2008, mitos mengenai Santa Claus Rally dan January Effect masih benar Lalu bagaimana dengan October Effect? Walaupun memang benar pada bulan Oktober, IHSG rata-rata menurun sebesar -1.2% namun rata-rata penurunan terbesar adalah pada bulan September sebesar -2.68% dan bulan Agustus sebesar -1.57%. Dari grafik sepintas agak horor juga market pada bulan Agustus sampai dengan Oktober. Sekali lagi, itu hanyalah statistik, tidak bisa dijadikan pegangan mati.
Kamis, 07 Januari 2010
Mari Investasi
Bila berinvestasi secara periodik, maka ini berarti Anda melakukan investasi secara rutin. Anda bisa melakukan investasi setahun sekali, enam bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali. Beberapa orang ada yang berinvestasi setiap satu atau dua minggu sekali. Tapi yang penting di sini adalah bahwa yang dimaksud dengan periodik adalah melakukan investasi secara rutin.
Biasanya, berinvestasi secara periodik adalah cara yang paling ampuh untuk mengejar target dana yang besar kelak. Anda tak perlu memiliki jumlah dana yang besar pada saat ini, tapi Anda cukup hanya menyisihkan sebagian kecil penghasilan Anda untuk lalu diinvestasikan ke dalam sebuah produk investasi. Lama kelamaan, Anda akan memiliki saldo investasi yang begitu besar, karena Anda juga mendapatkan bunga.
Berinvestasi secara periodik sama seperti seorang tukang bangunan yang sedang membuat dinding. Apa yang ia lakukan adalah mengambil sebuah bata, mengoleskannya dengan semen, lalu menempelkannya. Ambil lagi sebuah bata, memberikan semen, dan menempelkannya di sebelah kiri atau kanan bata yang tadi. Begitu seterusnya sampai ia bisa menyelesaikan satu lapis. Setelah itu, ia akan melanjutkannya dengan lapis kedua. Lapis kedua selesai, dilanjutkan dengan lapis ketiga. Begitu seterusnya.
Lama kelamaan, Anda akan melihat sebuah dinding. Persis seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara periodik. Hanya bedanya, dengan berinvestasi, Anda juga mendapatkan bunga. Sementara tukang bangunan tadi, tidak mendapatkan 'bunga'. Yang ia lakukan hanyalah seperti menabung ke dalam celengan saja secara rutin. Tetapi prinsipnya sama saja: sedikit-sedikit, akan menjadi bukit.
Sekali Saja
Anda juga bisa berinvestasi sekali saja (lump sum). Artinya, Anda cukup memasukkan uang sekali saja ke dalam sebuah produk investasi. Anda endapkan selama -katakanlah- sepuluh tahun. Setiap tahun, Anda akan mendapatkan return (hasil investasi) yang bisa ditambahkan ke uang pokok. Kemudian diinvestasikan lagi sehingga terus berkembang dan makin lama makin besar. Tapi, selama Anda tidak pernah menyentuhnya, sampai selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun, Anda akan memiliki jumlah dana yang sangat besar.
Berinvestasi secara lump sum persis seperti kalau Anda naik ke sebuah gunung bersalju. Dari atas, Anda ambil sekumpulan salju dengan tangan Anda, lalu membentuknya menjadi sebuah bola. Setelah itu, Anda lepaskan bola salju itu dari atas, untuk digelindingkan ke bawah. Apa yang terjadi? Dalam perjalanannya dari atas sampai bawah, bola salju itu makin lama akan makin besar. Dan pertumbuhan bola salju itu persis seperti deret ukur.
1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, 2048, 4096, dan seterusnya.
Nah, seperti itulah gambarannya bila Anda berinvestasi secara lump sum.
Gunakan Hukum 72
Kapan investasi Anda berlipat menjadi dua? Kalau Anda melakukan investasi sekali saja, maka ada saatnya jumlah investasi Anda akan berlipat dua. Sebagai contoh, bila Anda menginvestasikan Rp 1 juta pada deposito yang memberikan suku bunga 12% per tahun (di-roll over setiap tahun), maka uang Rp 1 juta Anda akan berlipat dua dalam waktu enam tahun.
Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan "Hukum 72". Bagi angka 72 dengan suku bunga (misalnya 12%) dari produk investasi Anda. Sebagai contoh: (72/12) x 1 tahun = 6 tahun.
Itulah jangka waktu yang dibutuhkan agar investasi Anda bisa berlipat dua.

Sumber : Safir Senduk